luckybest77 @ ldn11 sonic35 desaku55 Slot88 @ Jitu100 pokari4d @ stk888 LedakJitu Raih Gelar Doktor, Pengasuh PPE Al-Mumtaz Tawarkan Solusi Kemiskinan Pesisir
Al-Mumtaz: Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi (PPE) Al-Mumtaz Karangsembung Cirebon, Dr. KH Sigit Nurhendi, S.E., M.E., memperkenalkan model integratif keuangan sosial Islam sebagai solusi pengentasan kemiskinan masyarakat pesisir.
Gagasan tersebut dituangkan saat menjalani Sidang Ujian Terbuka Disertasi Program Doktor di Pascasarjana Universitas Islam Negeri Siber Syekh Nurjati Cirebon (UIN SSC), Sabtu, 6 Juni 2026.
Melalui disertasi berjudul “Model Integratif Lembaga Keuangan Sosial Islam dalam Pengentasan Kemiskinan pada Masyarakat Pesisir di Provinsi Jawa Barat,” Kiai Sigit menawarkan konsep yang menghubungkan pengelolaan zakat, infak, sedekah, dan wakaf dalam satu sistem yang terintegrasi. Model tersebut dirancang untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir secara berkelanjutan.
Dalam pemaparannya, Kiai Sigit menjelaskan bahwa masyarakat pesisir masih dihadapkan pada berbagai persoalan, mulai dari terbatasnya akses terhadap permodalan, rendahnya pemberdayaan ekonomi, hingga kesenjangan sosial. Kondisi tersebut, menurutnya, memerlukan pendekatan yang mampu menyatukan berbagai potensi keuangan sosial Islam.
Baca: PPE Al-Mumtaz Dorong Dai Edukasi Masyarakat Siapkan Haji Sejak Dini
“Pengelolaan keuangan sosial Islam yang dilakukan secara terpadu memiliki potensi besar untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mengurangi angka kemiskinan secara lebih efektif,” ujar Kiai Sigit.
Ia menjelaskan, zakat, infak, sedekah, dan wakaf selama ini telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, pengelolaannya masih dilakukan secara terpisah sehingga dampaknya belum maksimal. Melalui model integratif yang dikembangkannya, setiap instrumen tersebut diharapkan saling mendukung dalam menciptakan program pemberdayaan yang lebih terarah.
Kiai Sigit juga menekankan pentingnya kolaborasi antara lembaga pengelola keuangan sosial Islam, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan. Menurutnya, sinergi tersebut akan memperkuat efektivitas program pengentasan kemiskinan sekaligus meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat pesisir.
Ia menambahkan, pendekatan yang ditawarkan tidak hanya berorientasi pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga mendorong peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan.
Sidang promosi doktor berlangsung di lingkungan Pascasarjana UIN SSC dan dihadiri para profesor, dosen penguji, akademisi, mahasiswa, serta tamu undangan. Selama sidang berlangsung, dewan penguji memberikan sejumlah pertanyaan dan masukan terhadap substansi penelitian yang dipaparkan Kiai Sigit.
Penelitian tersebut dinilai memberikan kontribusi bagi pengembangan ekonomi syariah, khususnya dalam pengelolaan keuangan sosial Islam untuk pemberdayaan masyarakat. Model yang dikembangkan juga berpotensi menjadi referensi bagi lembaga pengelola zakat, badan wakaf, pemerintah daerah, maupun organisasi sosial dalam menyusun program pengentasan kemiskinan yang lebih efektif.
Melalui penelitian tersebut, Kiai Sigit berharap model integratif keuangan sosial Islam dapat menjadi rujukan dalam penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program pemberdayaan masyarakat, terutama bagi kawasan pesisir di Provinsi Jawa Barat.[]