Al-Mumtaz: Pondok Pesantren Ekonomi (PPE) Al-Mumtaz Karangsembung Cirebon mendorong para dai untuk mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya mempersiapkan ibadah haji sejak dini melalui pemahaman ekonomi syariah.
Pesan tersebut disampaikan Kepala Kantor Cabang Pembantu (KCP) Bank Syariah Indonesia (BSI) Plered Cirebon, Nana Mulyana, saat menjadi narasumber dalam Pelatihan Dai Finansial: Teknik, Media, dan Strategi Dakwah Keuangan Syariah yang digelar PPE Al-Mumtaz.
Dalam pemaparannya, Nana menjelaskan bahwa salah satu produk perbankan syariah yang dapat dimanfaatkan masyarakat ialah tabungan haji. Menurutnya, produk tersebut menjadi sarana untuk membantu calon jemaah mempersiapkan biaya ibadah haji secara bertahap sesuai prinsip syariah.
Ia kemudian mengutip firman Allah Swt dalam QS. Ali Imran: 97 yang menjelaskan kewajiban berhaji bagi orang yang mampu.
Nana menilai pemahaman mengenai istilah istithaah selama ini masih sering dimaknai secara terbatas. Ia menjelaskan bahwa sebagian dai hanya menyampaikan penggalan ayat “manisthatha’a ilaihi sabila” tanpa meneruskan bagian akhir ayat yang memiliki pesan penting.
Baca: PPE Al-Mumtaz Bekali Puluhan Dai Pahami Perbedaan Bank Syariah dan Konvensional
“Dulu para dai di Indonesia sering menghentikan ayat sampai manisthatha’a ilaihi sabila. Padahal, setelah itu ada ayat yang sangat krusial, yaitu wa man kafara fa innallaha ghaniyyun ‘anil ‘alamin,” katanya.
Menurut Nana, makna kemampuan dalam berhaji tidak hanya berkaitan dengan kondisi finansial yang telah tersedia, tetapi juga mencakup ikhtiar untuk mempersiapkan diri sejak awal. Salah satu bentuk ikhtiar tersebut ialah mulai menabung melalui layanan tabungan haji syariah.
“Mampu itu kata aktif, bukan pasif,” ujarnya.
Ia juga mengajak masyarakat mengiringi setiap ikhtiar dengan doa. Menurutnya, membuka tabungan haji dapat menjadi langkah awal yang menunjukkan kesungguhan seseorang dalam memenuhi panggilan Allah Swt.
“Setelah membuka tabungan haji, maka kuatkan dengan berdoa,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, PPE Al-Mumtaz terus memperkuat kapasitas para dai agar mampu menyampaikan edukasi keuangan syariah yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, termasuk membangun kesadaran pentingnya perencanaan ibadah haji sejak dini.[]