Al-Mumtaz: Pengasuh Pondok Pesantren Ekonomi (PPE) Al-Mumtaz Karangsembung Cirebon, Dr. KH. Sigit Nurhendi, S.E., M.E., menegaskan pesantren perlu mengambil peran lebih luas dalam menjawab persoalan ekonomi, sosial, dan keumatan. Menurutnya, lembaga pendidikan Islam tidak cukup hanya berfokus pada pengajaran ilmu agama, tetapi juga harus menjadi pusat pemberdayaan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Kiai Sigit saat membuka Pelatihan Dai Finansial: Teknik, Media, dan Strategi Dakwah Keuangan Syariah yang digelar di halaman PPE Al-Mumtaz Karangsembung Cirebon, Rabu, 13 Mei 2025.
“Hadirnya Pondok Pesantren Ekonomi Al-Mumtaz Karangsembung Cirebon ini sudah menjadi kebutuhan kita semua. Ini merupakan respons strategis terhadap problematika ekonomi, sosial, dan keumatan,” ujar Kiai bergelar Doktor Ekonomi Syariah itu.
Ia menjelaskan paradigma pesantren perlu terus berkembang mengikuti kebutuhan masyarakat. Selain menjalankan fungsi pendidikan keagamaan, pesantren diharapkan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan ekonomi yang dihadapi umat.
Menurut Kiai Sigit, konsep tersebut sejalan dengan fungsi masjid pada masa Rasulullah Saw yang tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga menjadi pusat kegiatan sosial, pendidikan, dan ekonomi masyarakat.

“Masjid bukan sekadar pusat kegiatan ibadah, tetapi juga pusat ekonomi, sosial, dan pendidikan. Maka harus dilahirkan lembaga-lembaga di masjid, termasuk kegiatan sosial dan ekonomi,” katanya.
Kiai Sigit juga mengingatkan pentingnya kepedulian terhadap kondisi masyarakat di sekitar lingkungan masjid. Ia menilai keberadaan fasilitas ibadah yang memadai perlu diimbangi dengan upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Bagaimana rasanya kalau masjidnya bagus, tetapi di sekitarnya masih banyak kemiskinan, kelaparan, dan anak-anak yang tidak sekolah. Maka ini menjadi tanggung jawab kita semua,” tuturnya.
Melalui PPE Al-Mumtaz, Kiai Sigit berharap pesantren dapat menjadi bagian dari solusi dalam membangun kemandirian ekonomi umat sekaligus memperkuat fungsi dakwah yang menyentuh persoalan riil di tengah masyarakat.[]